Macam-macam Jenis Kaca interior dan Eksterior

Secara umum jenis Kaca interior dan Eksterior dengan grade standar yang beredar antara lain:

1. Kaca ( Clear ) Float, tebal min. 4mm

2. Kaca Laminate, yi dua lapis kaca digabung dan terdapat lapisan di tengahnya, tebal min. 5+0.38+5mm alias 10mm

3. Kaca Double, yi dua lapis kaca digabung dan terdapat ruang vakum ditengahnya, tebal min. 5+5+5mm alias 15mm

Sedangkan kaca yang mungkin kita kenal sebagai kaca riben pada dasarnya adalah kaca (clear) float yang diberi pelapis reflekif di pabriknya atau kemudian dikenal dengan nama kaca reflekif. Untuk produk dari sebuah produsen kaca tertentu disebut kaca Stopsol. Jadi langsung aja beli kaca reflektif bukan kaca float biasa kemudian dikasi lapisan film. Setau saya lapisan film itu dipake untuk mengatasi kondisi darurat. Misalnya sudah terlanjur pasang kaca tertentu, ternyata kita ga cocok dgn hasilnya, misal ruangan jadi terlalu terang/tampak dari luar kalo lampu di dalam dinyalakan, atau sinar matahari terlalu banyak masuk ke dalam ruangan, sementara kita ga mau ganti/lepas itu kaca, maka barulah dipake lapisan film utk mengurangi sinar matahari yang masuk dan kesan dalam ruangan jadi lebih teduh.

Kalo agan pake frame aluminium, tebal kaca exterior yang ideal bisa 5 atau 6mm bahkan 8mm, tergantung ukuran lebar dan tingginya. Sementara kalo ga pake frame alias frameless bisa pake kaca tempered min 10mm, juga tergantung ukuran lebar dan tinggi.

Untuk rumah modern, apalagi yang minimalis, saran saya pake kusen aluminium. Karena selain tampilannya modern, alum juga ringan, tahan lama, mudah perawatan, dan bisa tampil modis dengan macam warna. Bahkan bisa diberi pelapis dengan kesan kayu. Tapi ga usah pake kesan kayu kali ga kalo sudah pake aluminium he he…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi Kami Dengan WhatsApp
%d blogger menyukai ini: